Minggu, 25 Januari 2009
Pola Kalimat Bahasa Korea
Kalimat yang kita tahu, khususnya Bahasa Indonesia yaitu (S-P-O-K), tapi dalam Bahasa Korea susunan kalimatnya menjadi (S-K-O-P). Predikat merupakan bagian terpenting dari kalimat, jadi yang perlu dipelajari secara mendalam adalah pengertian dan perubahannya. Sedangkan Subjek dan Objek punya partikel masing-masing yang membuatnya berbeda sama sekali. Karena dalam kalimat percakapan bahasa Korea sangat jarang pengulangan penyebutan subjek atau objek. Artinya bila sedang dalam percakapan, subjek dalam kalimat pertama akan dibahas dalam kalimat-kalimat setelahnya tanpa disebutkan lagi, sehingga Keterangan dan Predikat yang perlu di perhatikan lebih mendalam.
Belajar Bahasa Korea
Dalam mempelajari bahasa Korea, hal pertama yang harus dipelajari dengan serius adalah huruf umum Korea atau yang lebih dikenal dengan nama Hangul. Hangul terdiri dari coretan-coretan yang cenderung biasa dan gampang untuk dipelajari. Yang pasti lebih mudah daripada Kanji Jepang atau huruf Cina. Kenapa mempelajari Hangul menjadi penting? Alesannya sangat biasa, yaitu di Korea sendiri hampir semua teks ditulis dengan Hangul. Sisanya huruf Romawi atau huruf Cina. Selain itu, dengan mampelajari Hangul kita dapat mangerti perubahan-perubahan struktur pada kalimat menurut waktu (Grammar) dan situasi penggunaannya. Awalnya memang agak sulit, karena kita terbiasa dengan huruf Romawi saja, tapi tidak ada salahnya kita belajar Bahasa lain yang pastinya sangat manyenangkan.
Nih, saya kasih liat Hangul dengan cara bacanya. (dapet dari koreaninfo.com)
Nih, saya kasih liat Hangul dengan cara bacanya. (dapet dari koreaninfo.com)
Annyong Haseyo
Annyong haseyo merupakan ungkapan yang paling sering diucapkan oleh orang Korea pada saat bertemu dengan orang lain. Adapun artinya adalah seperti "apa kabar" atau "hai" dalam bahasa Indonesia. Namun dalam arti harfiah (pengertian kata) artinya adalah "melakukan hal baik/menyenangkan". Ya kurang lebih seperti itulah. Untuk menjawab pernyataan ini kita cukup menjawab dengan kalimat yang sama. Bisa juga ditambahkan kata "ne" yang artinya "ya".
Contoh:
Kim : "Annyong haseyo"
Park : "Ne, Annyong haseyo".
Segitu dulu... Lumayan...
Contoh:
Kim : "Annyong haseyo"
Park : "Ne, Annyong haseyo".
Segitu dulu... Lumayan...
Langganan:
Postingan (Atom)
